yTgHrJNGzV02Lg3RjKe6YGboXHd6n74ahZPu0z0D
Bookmark

Beli Saham Minimal Berapa? Simak Penjelasannya!

Apakah kamu tertarik untuk berinvestasi di pasar saham? Salah satu hal penting yang perlu kamu ketahui adalah berapa minimal pembelian saham di Indonesia. Pada artikel ini, kamu akan mempelajari besaran minimal beli saham pada berbagai jenis perusahaan di pasar saham Indonesia.
Beli Saham Minimal Berapa? Simak Penjelasannya!
Mengetahui besaran minimal pembelian saham sangat penting untuk kamu yang masih baru di dunia investasi saham. Dengan mengetahui besaran minimal pembelian saham, kamu dapat mempersiapkan diri dan merencanakan investasi yang tepat.

Jangan khawatir, pada artikel ini kamu akan menemukan informasi yang dibutuhkan untuk memulai investasi saham dengan baik dan benar.

Saham pada Pasar Modal Indonesia

Pasar modal Indonesia merupakan media untuk melakukan investasi pada saham dengan tujuan memperoleh keuntungan yang maksimal. Saham pada pasar modal Indonesia dapat dibeli dengan minimal pembelian yang telah ditentukan oleh perusahaan pemilik saham.

Pada umumnya, minimal pembelian saham di pasar modal Indonesia adalah 1 lot yang terdiri dari 100 lembar saham. Namun, besaran minimal beli saham dapat berbeda-beda tergantung pada jenis perusahaan yang sahamnya akan dibeli.

Beberapa perusahaan memang memiliki besaran minimal beli saham yang lebih rendah dari 1 lot, seperti perusahaan yang terdaftar di pasar saham dengan kategori Pasar Utama. Namun, perusahaan ini biasanya memiliki harga saham yang lebih mahal.
  1. Saham Biasa
    Saham biasa atau disebut juga dengan saham ekuitas, mewakili kepemilikan atau hak atas perusahaan. Pemegang saham biasa memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang saham serta mendapat keuntungan dari laba perusahaan yang dibagikan sebagai dividen.
    Besaran dividen biasanya tidak menentu dan tergantung pada keputusan perusahaan. Namun, pemegang saham biasa memiliki keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan pemegang saham preferen, terutama jika perusahaan mendapat kenaikan laba yang signifikan.
  2. Saham Preferen
    Saham preferen mewakili kepemilikan atau hak atas perusahaan seperti saham biasa. Namun, pemegang saham preferen tidak memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang saham. Sebagai gantinya, pemegang saham preferen mendapat keuntungan tetap setiap tahun dalam bentuk dividen.
    Besaran dividen pada saham preferen sudah ditentukan sebelumnya dan lebih stabil dibandingkan saham biasa. Namun, besaran keuntungan tetap ini cenderung lebih rendah dibandingkan keuntungan yang bisa didapat dari saham biasa jika perusahaan mengalami kenaikan laba yang signifikan.

Besaran Minimal Beli Saham Biasa

Setiap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki besaran minimal beli saham yang berbeda-beda. Besaran minimal tersebut biasanya berkisar antara 1-100 lembar saham. Namun, untuk beberapa perusahaan, besaran minimal beli saham dapat mencapai ratusan hingga ribuan lembar saham.

Untuk memastikan besaran minimal beli saham biasa pada perusahaan tertentu, kamu dapat melihat informasi yang disediakan oleh Bursa Efek Indonesia. Informasi tersebut akan memberikan panduan tentang besaran minimal beli saham biasa pada perusahaan yang kamu inginkan.

Perlu diingat, apabila kamu memiliki dana yang terbatas, sebaiknya mempertimbangkan untuk membeli saham dengan besaran minimal yang rendah. Hal ini dapat membantu kamu mengelola risiko dan menjaga likuiditas investasi kamu.

Besaran Minimal Beli Saham Preferen

Selain saham biasa, kamu juga dapat membeli saham preferen. Saham preferen memberikan keuntungan tetap setiap tahun, namun tidak memberikan hak suara dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).
Nama Perusahaan Besaran Minimal Beli Saham Preferen
PT ABC Tbk 100 lembar
PT DEF Tbk 500 lembar
Jadi, jika kamu ingin membeli saham preferen pada PT ABC Tbk, kamu harus membeli minimal 100 lembar saham.

Pastikan kamu mengecek besaran minimal pembelian saham preferen pada perusahaan yang kamu pilih sebelum melakukan transaksi.

Cara Membeli Saham di Pasar Modal

Cara Membeli Saham di Pasar Modal
Salah satu cara untuk berinvestasi di pasar modal adalah dengan membeli saham. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu kamu lakukan untuk membeli saham di pasar modal:
  1. Buatlah daftar perusahaan-perusahaan yang ingin kamu beli sahamnya. Kamu bisa mencari informasi tentang perusahaan-perusahaan tersebut di situs web Bursa Efek Indonesia atau melalui media lain. Pastikan kamu memilih perusahaan yang memiliki prospek keuntungan yang baik.
  2. Cari perusahaan sekuritas terpercaya. Perusahaan sekuritas merupakan lembaga yang berfungsi sebagai perantara dalam membeli dan menjual saham. Kamu bisa membuka rekening saham di perusahaan sekuritas terpercaya untuk memulai proses pembelian saham.
  3. Isi formulir pembukaan rekening saham. Setelah kamu memilih perusahaan sekuritas, kamu akan diminta untuk mengisi formulir pembukaan rekening saham. Pastikan kamu memberikan informasi yang akurat dan jangan lupa untuk melampirkan dokumen-dokumen yang diminta.
  4. Tentukan jumlah saham yang ingin kamu beli. Pada saat membuka rekening saham, kamu akan diminta untuk menentukan jumlah saham yang ingin dibeli. Pastikan kamu sudah melakukan riset tentang perusahaan-perusahaan yang akan kamu beli sahamnya sehingga kamu bisa menentukan jumlah saham yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu.
  5. Transfer dana ke rekening saham. Setelah kamu menentukan jumlah saham yang ingin dibeli, kamu perlu mentransfer dana ke rekening saham yang telah kamu buka. Dana ini nantinya akan digunakan untuk membeli saham.
  6. Perintahkan pembelian saham. Setelah dana berhasil ditransfer ke rekening saham, kamu bisa memberikan perintah pembelian saham kepada perusahaan sekuritas yang kamu pilih. Dalam beberapa kasus, kamu bisa memberikan perintah pembelian saham melalui platform online yang disediakan oleh perusahaan sekuritas.
Setelah kamu membeli saham, kamu bisa mengawasi pergerakan harga saham secara rutin melalui situs web Bursa Efek Indonesia atau melalui media lainnya. Kamu juga bisa menjual sahammu kapan saja jika kamu merasa sudah cukup mendapat keuntungan atau jika kamu merasa sudah tidak nyaman dengan risiko yang ada.

Sebelum berinvestasi di pasar saham, pastikan Anda memahami dengan baik risiko yang terkait dan melakukan penelitian yang cermat. Sebaiknya juga berkonsultasi dengan ahli keuangan atau perencana keuangan. (Baca juga: Berapa harga 1 lot saham? Pengertian, dan Contohnya)
Posting Komentar

Posting Komentar